Jakarta (ANTARA) – Pabrikan ban asal China, Sailun Group secara resmi telah memulai pijakan baru mereka di Tanah Air dengan meresmikan operasional fasilitas manufaktur terbarunya di Indonesia tepatnya di Demak, Jawa Tengah.
Kepercayaan Sailun Group dalam mendirikan fasilitas manufaktur di Indonesia, bakal semakin memperkuat posisi Indonesia di industri karet bundar tersebut dan juga langkah nyata perusahaan dalam hal ekspansi global.
“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” kata Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin melalui keterangan resminya, Selasa.
Pabrik yang dikelola oleh anak perusahaan Sailun Internatioanl Holding, yakni PT Sailun Manufacturing Indonesia ini dibangun dengan nilai investasi 251,44 juta dolar Amerika Serikat (AS), untuk beragam keperluan seperti memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR).
Baca juga: Pentingnya memperhatikan kondisi ban sebelum berlibur
Dalam tahap awal, perusahaan mentargetkan bakal memproduksi sebanyak 3,6 juta ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR dalam satu tahunnya.
Fasilitas ini juga nantinya bakal dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan dalam negeri saja, melainkan dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik.
“Dengan investasi, teknologi, dan strategi jangka panjang yang terintegrasi, Sailun Group optimistis kehadirannya di Indonesia akan memberikan kontribusi nyata bagi industri ban nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia di rantai pasok otomotif global,” ujar dia.
Sailun Group sendiri pertama kali berdiri pada tahun 2002, kini menempati peringkat ke-10 produsen ban terbesar dunia berdasarkan laporan Tire Press 2024 dan berada di posisi ke-11 merek ban paling bernilai global menurut Brand Finance 2023.
Dengan kehadiran di lebih dari 180 negara, Sailun mengoperasikan sembilan pabrik manufaktur serta empat pusat riset dan pengembangan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, yang berfokus pada inovasi teknologi, kualitas produk, dan keberlanjutan.
Pertumbuhan bisnis Sailun tercermin dari lonjakan penjualan global yang meningkat signifikan, dari 296 juta dolar AS pada 2008 menjadi 3 miliar dolar AS pada 2022.
Saat ini, Sailun memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban yang mencakup segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga aplikasi khusus seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian.
Baca juga: Sailun Tire Indonesia ramaikan GIIAS 2025 dengan beragam lini merek
Baca juga: Hadir perdana di GJAW, Bridgestone pajang ban touring hingga EV
Baca juga: Tips hindari mobil oleng di jalan secara tiba-tiba
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026











