China (ANTARA) – Seorang pemilik Xiaomi SU7 melaporkan bahwa mobilnya masih memiliki kesehatan baterai 94,5 persen setelah menempuh jarak 265.000 kilometer dalam 18 bulan kepemilikan.
“Staf Xiaomi yang menyampaikan hasilnya, dan saya benar-benar kaget. Saya mengira paling bagus tinggal 90 persen. Melihat angka 94,5 persen benar-benar mengejutkan,” Feng, pemilik kendaraan tersebut, mengutip Carnewschina, Selasa (3/2).
Data itu berasal dari model Xiaomi SU7 Pro penggerak roda belakang milik Feng, yang rata-rata digunakan sejauh 600 kilometer per hari, hampir setara perjalanan pulang-pergi antara New York dan Boston, atau dari Jakarta ke Madiun jika di Indonesia.
Baca juga: Penjualan Xiaomi SU7 Ultra anjlok di bawah 50 unit pada Desember 2025
Pola penggunaan seberat itu bahkan akan menjadi tantangan bagi kendaraan berbahan bakar bensin konvensional untuk bertahan hingga akhir masa pakai.
Paket baterai Xiaomi SU7 berkapasitas 94,3 kWh. Secara teori, baterai tersebut telah mengalami sekitar 506 siklus pengisian–pengosongan penuh, berdasarkan perkiraan konsumsi energi 18 kWh per 100 kilometer.
Dalam praktik, jumlah siklus pengisian parsial kemungkinan jauh lebih banyak karena sebagian besar pemilik mobil listrik mengikuti rekomendasi pengisian 20–80 persen, bukan mengosongkan baterai sepenuhnya sebelum mengisi ulang.
Dalam konteks industri, pencapaian itu sangat menonjol. Sebagian besar produsen mobil listrik memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 150.000 kilometer, dengan batas penurunan kapasitas yang masih dianggap wajar sebesar 20–30 persen.
Bahkan Tesla, yang dikenal unggul dalam teknologi baterai, memberikan garansi Model 3 dan Model Y versi penggerak roda belakang selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, dengan syarat kapasitas minimum yang tersisa 70 persen.
Baca juga: Xiaomi kalah di pengadilan, deposit mobil konsumen wajib dikembalikan
Di luar performa baterai, kondisi komponen lain juga menunjukkan keausan yang sangat minim. Kedalaman tapak ban masih 8 mm, masih dalam spesifikasi normal mobil baru, dan kendaraan ini belum pernah memerlukan penggantian kampas rem.
Cairan pendingin mengandung nol persen air, menjaga tingkat kemurnian yang tepat, dan memiliki titik beku -38 derajat Celsius.
Data itu dibagikan oleh pengguna media sosial bernama “Jackson’s Sunset Drive” melalui sebuah video berbahasa Mandarin yang telah ditonton jutaan kali secara gabungan di platform media sosial Weibo dan Bilibili.
Topik itu memicu diskusi luas, bahkan menarik perhatian CEO Xiaomi Lei Jun yang turut membagikan unggahan tersebut.
Feng berencana mendorong batas lebih jauh dengan target menjadi orang pertama yang mengendarai SU7 hingga 600.000 kilometer dalam tiga tahun.
“Saya sudah menghitung biaya operasionalnya. Dibandingkan kendaraan konvensional, saya sudah menghemat lebih dari 100.000 yuan (sekitar Rp241,9 juta) hanya dari biaya bahan bakar.” kata Feng.
Demonstrasi ketahanan kendaraan listrik di dunia nyata ini hadir di momen yang menarik bagi Xiaomi. Merek tersebut sudah menghentikan produksi generasi pertama SU7, sementara versi baru diperkirakan meluncur pada April 2026.
Baca juga: 75 persen baterai EV bekas China didaur ulang bengkel ilegal
Baca juga: Biaya upgrade baterai Tesla dua kali lipat dari harga mobilnya
Baca juga: Volvo tarik ribuan unit EX30 akibat risiko panas berlebih pada baterai
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026











